Thursday, May 21, 2020

Pak samsuri, Semangat Mencari Nafkah di Tengah Keterbatasannya

Samsuri

Setiap orang bekerja untuk mendapatkan uang. Namun, tidak sedikit yang mengeluh karena penghasilannya tersebut tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Tidak cukup untuk cicilan mobil, rumah, bahkan untuk membeli kebutuhan rumah tangga lainnya. Pada akhirnya, tidak sedikit yang berhutang pada Bank atau lembaga pinjaman dana lainnya untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berapapun penghasilan yang didapatkan, tidak membuat Pak Samsuri mengeluh. Yang terpenting adalah penghasilannya pada hari itu bisa mengenyangkan perutnya. Oleh karena itu, ia tetap giat untuk berjualan di tengah keterbatasannya sebagai penyandang tuna netra. Meskipun Pak Samsuri tidak dianugerahi penglihatan, ia tetap gigih untuk berjualan dan tidak ingin merepotkan orang lain.

Sosok Pak Samsuri
Aktivitas sehari-hari Pak Samsuri diisi dengan berjualan sapu lidi keliling. Ia biasa berjualan berkeliling Desa Plampang, Banyuwangi. Dengan penglihatannya yang sudah tidak berfungsi, Pak Samsuri mengandalkan tongkat sebagai penunjuk jalan. Sesekali, ia dibantu oleh warga sekitar untuk sekedar menyebrang atau melintasi jalan lainnya. Dengan adanya kebaikan dari orang-orang di sekitarnya, ia bisa lebih mudah untuk membawa sapunya berkeliling. 

Pak Samsuri berjualan tidak setiap hari. Ia berkeliling berjualan hanya hari Kamis dan Minggu saja. Ini dikarenakan kondisi fisiknya yang sudah mulai melemah, sehingga harus selalu beristirahat di rumah. Bahkan, ia sempat sakit-sakitan, sehingga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Namun, jika ia tidak bergerak sama sekali untuk mencari uang, tidak akan ada makanan untuk disantap setiap harinya, apalagi di usianya yang sudah tua perutnya tidak bisa dibiarkan kosong begitu saja. 

Pak Samsuri tinggal berdua bersama adiknya, Ibu Sujana. Ia tinggal di Plampang Kalibendo, Terminal Kp. Anyar Ngaler, Pulo Payung, Dusun Plampang, Desa Bulusari, Banyuwangi. Ia tidak menceritakan mengapa ia tidak tinggal denga istri atau anak-anaknya. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur karena masih bisa tidur nyenyak tanpa harus terkena cuaca ekstrem di siang maupun malam hari.

Kebaikan untuk Pak Samsuri
Siapa saja tentu akan takjub dengan perjuangan Pak Samsuri dalam mencari pundi-pundi rupiah. Meskipun ia adalah penyandang tuna netra, tidak ada alasan baginya untuk bermalas-malasan, apalagi untuk meminta-minta. Oleh karena itu, ia tentu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa melakukan kebaikan pada orang-orang sekitar. 

Produk asuransi syariah AlliSya Protection Plus dari Allianz bisa membantu kita untuk memulai kebaikan pada sesama. Dengan menjadi peserta asuransi ini, kita bisa memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan terbaik pada orang-orang tersayang di sekitar kita. Kita tidak perlu khawatir dengan biaya pertanggungan untuk rawat inap, penyakit kritis, obat-obatan, dan lain sebagainya. Dengan demikian, masa depan pun bisa lebih terjamin.

Selain itu, Asuransi Syariah Indonesia Allianz juga menyediakan fitur wakaf yang bisa membantu kita untuk menyalurkan rezeki kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Kita bisa menyisihkan sebagian dana musibah yang nantinya akan disalurkan kepada peserta asuransi lain yang lebih membutuhkan. Dengan demikian, ada banyak orang yang bisa mendapatkan kebaikan berlimpah di saat masa-masa sulitnya.

Oleh karena itu, yuk,  #AwaliDenganKebaikan bersama Allianz. Dengan senantiasa melakukan kebaikan, kita bisa memberikan manfaat berlimpah pada orang sekitar. Selain itu, hal-hal baik juga bisa membantu Pak Samsuri untuk mendapatkan paket umroh gratis yang diselenggarakan oleh Allianz. Untuk itu, jangan tunda untuk melakukan kebaikan sekecil apapun dari sekarang, kapanpun dan dimanapun! 


EmoticonEmoticon